Pages

Ads 468x60px

Minggu, 03 April 2011

KARAWANG PANEN RAYA: Sekjen Kementan Hari Priyono (kanan) di Karawang.

SRI Ditarget 1,5 Juta Ha, Kejar Pencapaian Swasembada Susu
http://www.indopos.co.id/index.php/nasional/34-berita-nasional/8893-
perjalanan-press-tour-bersama-sekjen-kementan-hari-priyono-menyisir-pertanian-jabar-jateng.html


 
PANEN RAYA: Sekjen Kementan Hari Priyono (kanan) di Karawang.

Top of Form
Bottom of Form


Untuk mencapai surplus beras 10 juta ton per tahun, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan segala upaya. Salah satunya memperluas pengembangan metode tanam padi dengan SRI (system of rice intensification). Seperti apa pelaksanaannya?
INOVASI metode SRI merupakan teknik budidaya padi ramah lingkungan yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara. Melalui sistem yang tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia ini terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50 – 100 persen. Nah, untuk membuktikan keandalan SRI-organik, belum lama ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Hari Priyono dan Direktur Budidaya Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Pending Dadih Permana melakukan perjalanan dalam rangka press tour ke Karawang, Cirebon, dan Indramayu, Jawa Barat.
Bahkan, Hari bersama Bupati Karawang Ade Swara sempat melakukan panen raya. Hari mengaku, perkembangan metode SRI di Karawang sudah bagus. Jika ratarata produksi 5, 1 ton per hektare (ha) sampai 5,2 ton per ha, sekarang bisa mencapai 7,3 ton per ha - 7,5 ton per ha. ’’Sejauh ini sambutan para petani terhadap SRI sudah sangat bagus. Dengan SRI, maka pendapatan petani naik dan biaya produksi menurun, serta lingkungan terjaga dengan baik,’’ jelasnya. Secara bertahap, Kementan menargetkan pada 2011 perluasan SRI bisa mencapai 100 ribu ha pada 2011, kemudian 300 ribu pada 2012, 500 ribu (2013), 1 juta (2014), dan 1,5 juta ha pada 2015. Di Karawang sendiri pengembangan SRI melalui Integrated Citarum Water Resources Management Programme (ICWRMIP) didukung dana sebesar Rp 10.858.230 miliar. Anggaran tersebut diperoleh dari Loan ADB 2501-INO, APBN, dan APBD Karawang.
Perjalanan tak hanya di Jabar. Hari dan rombongan pun bergeser ke Jateng, persisnya di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah (BBPTU-SP), Baturraden, Purwokerto. Kehadiran mereka disambut Direktur Perbibitan Ditjen Peternakan Abubakar MM dan Kepala BBPTU- SP Baturraden Ali Rachman MSi. Sejauh ini, Indonesia masih impor susu dalam jumlah besar sekitar 74 persen, sisanya 26 persen dipenuhi dari dalam negeri. Inilah yang menjadi tantangan Kementan dalam mencapai swasembada susu. ’’Untuk mencapai swasembada susu, kami akan meningkatkan populasi sapi perah dan produktivitas susu,’’ ujar Abubakar. Sedangkan Ali mengatakan, pihaknya memiliki misi mengembangkan pembibitan sapi perah nasional dengan melaksanakan kebijakan bidang pemulian, pemeliharaan, produksi, dan pemasaran bibit unggul sapi perah dan sumber ikutannya. ’’Di BBPTU-SP Baturraden, jumlah sapi sudah mencapai 434 ekor pada tahun ini dengan kualitas terbaik,’’ jelasnya. (aro)

http://www.indopos.co.id/index.php/nasional/34-berita-nasional/8893-
perjalanan-press-tour-bersama-sekjen-kementan-hari-priyono-menyisir-pertanian-jabar-jateng.html

0 komentar:

Posting Komentar

Katagori

About Me

Foto Saya
TEAM WORK
1. Yuyus Yusmana,S.PKP 2. Karnadi S,AMd 3. Cucu Hendrik,A.Md 4. Hamdan,SP 5. Randhani,SP 6. Dalim Jm. 7. Encum Nurhidayat
Lihat profil lengkapku